Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Buku Kas - Aplikasi Rekapitulasi Keuangan

📊 Rekapitulasi Keuangan 📊 Rekapitulasi Keuangan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Bulan Tahun Nama Lembaga/Organisasi Unit Kegiatan Transaksi Keuangan No Tanggal Tipe Uraian Harga Satuan (IDR) Volume Satuan Jumlah (IDR) Saldo (IDR) Aksi 1 Pemasukan Pengeluaran ...

Kisah Abu Bakar R.A Diangkat Menjadi Kholifah

Pagi itu 12 Rabiul Awal tahun 11 H (3 Juni 632 M), subuh dinihari
Rasulullah Saw. merasa sudah sembuh dari sakitnya. Ia keluar dar rumah
Aisyah ra ke masjid, dan sempat berbicara denga kaum Muslimin.
Dipanggilnya Usamah bin Zaid dan diperintahkan untuk melakukan jihad
menghadapi Romawi.


Beberapa saat setelah itu, ummat sedang berbicang-bincang, sembari
duduk-duduk, tersiar kabar bahwa Rasulullah Saw. wafat. Umar bin
Khaththab ra berdiri dan berpidato membantah berita itu. Ia katakan
bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak meninggal, namun hanya pergi menghadap
Tuhannya seperti Musa bin Imran yang menghilang dari ummatnya selama
40 malam. Siapa yang membantah Umar, akan dipotong tangan dan kakinya.

Saat itu Abu Bakar ash-Shiddiq ra sudah pulang ke rumahnya di Sunh,
pinggiran kota Madinah, ketika mendengar berita sedih itu, ia kembali.
Ia menuju rumah Aisyah ra. Dilihatnya Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam
di salah satu bagian dalam rumah itu, sudah diselubungi kain. Ia maju
menyingkap kain itu dari wajah Nabi lalu menciumnya dan katanya:
"Alangkah sedapnya sewaktu engkau hidup, dan alangkah sedapnya sewaktu
engkau wafat."
Ia keluar lagi menemui orang banyak lalu berkata kepada mereka:
"Saudara-saudara. Barang siapa mau menyembah Muhammad Saw., Muhammad
Saw. sudah meninggal. Tetapi barang siapa menyembah Allah, Allah hidup
selalu, tak pernah mati."
Selanjutnya ia membacakan firman Allah: "Muhammad Saw. hanyalah
seorang Rasul; sebelumnya pun telah berlalu rasul-rasul. Apabila dia
mati atau terbunuh kamu akan berbalik belakang? Barang siapa berbalik
belakang sama sekali tak akan merugikan Allah tetapi Allah akan
memberi pahala kepada orang-orang yang bersyukur." (Qur'an, 3. 144).

Setelah didengarnya Abu Bakar membacakan ayat itu, Umar r.a jatuh
tersungkur ke tanah. Kedua kakinya sudah tak dapat menahan lagi,
setelah dia yakin bahwa Rasulullah Saw. memang sudah wafat. Orang
semua terdiam setelah mendengar dan melihat kenyataan itu. Setelah
sadar dari rasa kebingungan demikian, mereka tidak tahu apa yang
hendak mereka perbuat.


Di tengah kegaduhan luar biasa itu, tiba-tiba orang-orang Anshar
berkumpul dalam Saqifah Bani Saidah, sedang mendiskusikan siapa
pemimpin pengganti Rasulullah Saw.

Mendengar berita itu Umar bin Khatthab ra. bergegas mengajak Abu
Bakar as-Shiddiq ra. bersama Abu Ubaidah bin Jarrah, untuk mengatasi
persoalan ummat dan kenegaraan yang hampir menjadi fitnah dahsyat,
yang mengancam persatuan ummat.
Umar sudah menyiapkan argumen dan pidatonya, tetapi dicegah oleh Abu
Bakar ash-Shiddiq, kawatir situasi emosional tak terkendali, dan ia
sangat mengenal kawan dekatnya itu.


Kaum Anshar hendak menunjuk pemimpin sepeninggal Rasul adalah dari
kalangan mereka, dengan berbagai alasan. Mereka ini dipelopori oleh
Sa'd bin Ubaidah. Maka Abu Bakar ash-Shiddiq yang bicara pertama kali,
kepada kaum Anshar:
"......Orang-orang Arab itu berat sekali untuk meninggalkan agama
nenek moyang mereka. Kaum Muhajirin yang mula-mula dari masyarakat
Nabi sendiri telah mendapat karunia Allah, mereka percaya kepadanya,
beriman kepadanya, senasib seperjuangan dengan menanggung segala macam
penderitaan, yang datangnya justru dari masyarakat mereka sendiri.
Mereka didustakan, ditolak dan dimusuhi. Mereka tak merasa gentar,
meskipun jumlah mereka kecil, menghadapi kebencian dan permusuhan
lawan yang begitu besar. Mereka itulah yang telah lebih dulu menyembah
Allah di muka bumi, beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Mereka
itu termasuk sahabat-sahabatnya dan keluarganya. Sepeninggal Nabi,
merekalah orang-orang yang paling berhak memegang pimpinan ini. Tak
ada orang yang akan menentang kecuali orang yang zalim."
"Dan kalian, Saudara-saudara Anshar! Siapa yang akan membantah jasa
kalian dalam agama serta sambutanmu yang mula-mula, yang begitu besar
artinya dalam Islam. Allah telah memilih kamu sebagai pembela (Anshar)
agama dan Rasul-Nya. Ke tempat kalian inilah Ia hijrah dan dari
kalangan kalian ini pula sebagian besar istri-istri dan
sahabat-sahabatnya. Posisi itu hanya ada pada kamu sekalian setelah
kami. Karena itu, maka kamilah para amiir dan Tuan-tuan para waziir.
Kami tak akan meninggalkan Tuan-tuan dalam musyawarah dan tak akan
memutuskan sesuatu tanpa Tuan-tuan"

"......Kami para amiir dan Tuan-tuan para waziir. Kami tidak akan
meninggalkan Tuan-tuan dalam musyawarah, dan kami takkan memutuskan
sesuatu tanpa Tuan-tuan." Kata-kata ini mirip sekali dengan pendapat
Anshar yang mengatakan:
".....dan kami seorang amiir dan dari Muhajirin seorang amiir."
Kata-kata yang lebih teratur ini dan akan membawa segala persoalan ke
arah yang lebih baik dan membangun. Barangkali ini pula tujuan Abu
Bakar R.A tujuan yang sangat bijaksana dengan pandangan yang jauh.

Barangkali pihak Aus pun yang tadinya masih bersaing dengan Khazraj,
sekarang sudah puas menerima Abu Bakar. Dan kalangan Khazraj sendiri
barangkali banyak yang tidak keberatan terhadapnya.
(bersambung, sumber : sufinews.com)

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal...

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga?

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga? Sejumlah mubaligh dan guru ngaji yang mengatakan bahwa dengan seekor kambing itu mencukupi sebagai qurban dari satu keluarga. Dalam hal ini ditangkap pesan bahwa satu keluarga menjadi “shahibul qurban” dari seekor kambing. Menurut empat mazhab anggapan ini adalah anggapan yang tidak benar. Kalimat “seeorang menyembelih kambing qurban untuk dirinya dan keluarganya” itu dibenarkan oleh sebagian ulama, bukan semua ulama dengan dua pengertian: Pertama, gugur perintah berqurban dari anggota keluarga shahibul qurban. Jika suami menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk isteri dan anak-anak itu sudah gugur. Demikian pula jika isteri menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk suami dan anak-anak itu gugur. Inilah makna dari hukum qurban adalah sunnah kifayah. Kedua, keluarga shahibul qurban ikut mendapatkan cipratan pahala qurban. Ini terjadi jika shahibul qurban pasang niat untuk mengikutsertakan keluargan...

Wasiat Al-Habib Umar bin Hafidz

قال الحبيب عمر بن حفيظ : لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف  ترضي الله Al-Habib Umar bin Hafidz Berkata : "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu. [FM]

Qiyas Hudud Seks Sejenis Dengan Zina

Forum Muslim - Dalam kasus zina, dibedakan hukuman hududnya antara pelaku zina muhshan dan pelaku zina ghairu muhshan.  1. Pelaku Zina Muhshan  Mereka yang sudah pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya, tentu bentuknya dalam perkawinan yang sah. Dengan kata lain sudah menikah. Kalau dia berzina, hukumannya adalah rajam, yaitu dilempari batu sampai mati. Asif berzina dengan seorang wanita dan Rasulullah SAW memerintahkan kepada Unais untuk menyidangkan perkaranya dan beliau bersabda : وَاغْدُ يَا أُنَيْس عَلىَ امْرَأَةِ هَذَا فَإِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا Wahai Unais, datangi wanita itu dan bila dia mengaku zina maka rajamlah. (HR. Bukhari) 2. Pelaku Zina Ghairu Muhshan  Mereka yang belum pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya. Artinya belum pernah menikah. Maka kalau dia berzina, hukumannya adalah cambuk 100 kali, sebagaimana disebutkan dalam An-Nur ayat 2 :  الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُ...

Dalil Kewajiban Memilih Calon Pemimpin Yang Bertaqwa

Seorang kawan baik bertanya tentang hadis soal memilih pemimpin, tapi saya memberi jawaban berbeda.

Doa Meminta Jodoh Versi Abu Nawas

Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...

SISTEM AKUNTANSI BUMDES TERINTEGRASI (Auto-Jurnal & Manajemen Transaksi)

BUMDES Accounting System v4.0 – Integrated Auto-Journal & Transaction Module Sistem Akuntansi BUMDES - DOUBLE ENTRY SISTEM AKUNTANSI BUMDES - DOUBLE ENTRY (REVISI FINAL - FIXED) Dengan jurnal otomatis, navigasi keyboard, autocomplete, penjualan/pembelian terintegrasi, & pelunasan piutang/utang Informasi Modal & Prive Jurnal & Buku Besar Aset & Penyusutan Piutang & Utang Persediaan Penjualan & Pembelian Laporan Manajemen Informasi Umum Nama Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Nama BUMDES Unit Usaha Pengelola Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Tahun Periode Laporan Bulanan Triwulan Semester Tahunan Tanggal Mulai Tanggal Selesai Modal dan Prive Moda...

Surat Al Ma'un