Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Buku Kas - Aplikasi Rekapitulasi Keuangan

📊 Rekapitulasi Keuangan 📊 Rekapitulasi Keuangan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Bulan Tahun Nama Lembaga/Organisasi Unit Kegiatan Transaksi Keuangan No Tanggal Tipe Uraian Harga Satuan (IDR) Volume Satuan Jumlah (IDR) Saldo (IDR) Aksi 1 Pemasukan Pengeluaran ...

Etika Di Dalam Masjid Bagi Perempuan




Tidak terlarang bagi seorang wanita untuk pergi ke masjid. Namun
rumah-rumah mereka lebih baik jika mereka hendak melakukan sholat.

Jika seorang wanita hendak pergi ke masjid, ada beberapa adab khusus
yang perlu diperhatikan:


1.Meminta izin kepada suami atau mahramnya

2.Tidak menimbulkan fitnah

3.Menutup aurat secara lengkap

4.Tidak berhias dan memakai parfum

Perbuatan kaum wanita yang memakai parfum hingga tercium baunya dapat
menimbulkan fitnah, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi
Wasallam, "Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian
keluar menuju masjid, maka tidak akan diterima shalatnya sehingga ia
mandi"
Abu Musa radhiallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad
Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda,

كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ‏‎
‎بِالْمَجْلِسِ فَهِىَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِى زَانِيَةُ‎

"Setiap mata berzina dan seorang wanita jika memakai minyak wangi lalu
lewat di sebuah majelis (perkumpulan), maka dia adalah wanita yang
begini, begini, yaitu seorang wanita pezina".



5. Ketika Memasuki Masjid Hendaklah Berdoa dan Mendahulukan Kaki Kanan 

Hendaklah orang yang keluar dari rumahnya membaca doa, 

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَإِلاَّ بِاللَّهِ 

"Dengan menyebut nama Allah aku bertawakal kepada-Nya, tidak ada daya 
dan upaya selain dari Allah semata". 
Kemudian ketika berjalan menuju masjid hendaklah berdoa, 

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي‎ 
‎سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا 
وَفَوْقِي‎ ‎نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا‎ ‎وَخَلْفِي 
نُورًا وَاجْعَلْ‏‎ ‎لِي نُورًا 

"Yaa Allah, berilah cahaya di hatiku, di penglihatanku dan di 
pendengaranku, berilah cahaya di sisi kananku dan di sisi kiriku, 
berilah cahaya di atasku, di bawahku, di depanku dan di belakangku, 
Yaa Allah berilah aku cahaya". 


6. Shalat Tahiyatul Masjid 

Di antara adab ketika memasuki masjid adalah melaksanakan shalat dua 
rakaat sebelum duduk. Shalat ini diistilahkan para ulama dengan shalat 
tahiyatul masjid. Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda, 

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ‏‎ ‎فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ 
قَبْلَ أَنْ يَجْلِ 

"Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia 
shalat dua rakaat sebelum dia duduk". 

Yang dimaksud dengan tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat sebelum 
duduk di dalam masjid. Tujuan ini sudah tercapai dengan shalat apa 
saja yang dikerjakan sebelum duduk. Oleh karena itu, shalat sunnah 
wudhu, shalat sunnah rawatib, bahkan shalat wajib, semuanya merupakan 
tahiyatul masjid jika dikerjakan sebelum duduk. Merupakan suatu hal 
yang keliru jika tahiyatul masjid diniatkan tersendiri, karena pada 
hakikatnya tidak ada dalam hadis ada shalat yang namanya 'tahiyatul
masjid'. Akan tetapi ini hanyalah penamaan ulama untuk shalat dua 
rakaat sebelum duduk. Karenanya jika seorang masuk masjid setelah 
adzan lalu shalat qabliah atau sunah wudhu, maka itulah tahiyatul 
masjid baginya. Syariat ini berlaku untuk laki-laki maupun wanita. 
Hanya saja para ulama mengecualikan darinya khatib jumat, di mana 
tidak ada satupun dalil yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu 
'alaihi Wasallam shalat tahiyatul masjid sebelum khutbah. Akan tetapi 
beliau datang dan langsung naik ke mimbar. Syariat ini juga berlaku 
untuk semua masjid, termasuk masjidil haram. 
Tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap waktu seseorang itu masuk 
masjid dan ingin duduk di dalamnya. Termasuk di dalamnya waktu-waktu 
yang terlarang untuk shalat, menurut sebagian pendapat kalangan ulama. 


8. Mengagungkan Masjid 

Bentuk pengagungan terhadap masjid berupa hendaknya seseorang tidak 
bersuara dengan suara yang tinggi, bermain-main, duduk dengan tidak 
sopan, atau meremehkan masjid. Hendaknya juga ia tidak duduk kecuali 
sudah dalam keadaan berwudhu untuk mengagungkan rumah AllahTa'ala dan 
syariat-syariat-Nya. AllahTa'ala berfirman, 
"Demikianlah (perintah Allah). dan Barangsiapa mengagungkan 
syiar-syiar Allah, Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati". 


9. Menuggu Ditegakkannya Shalat Dengan Berdoa Dan Berdzikir. 

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, "Setelah shalat dua rakaat 
hendaknya orang yang shalat untuk duduk menghadap kiblat dengan 
menyibukkan diri berdzikir kepada Allah, berdoa, membaca Alquran, atau 
diam dan janganlah ia membicarakan masalah duniawi belaka". 
Terdapat keutamaan yang besar bagi seorang yang duduk di masjid untuk 
menunggu shalat, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi 
Wasallam, 

فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فيِ الصَّلاَةِ مَاكَانَتِ 
الصَّلاَةُ‏‎ ‎تَحْبِسُهُ واْلمَلاَئِكَةُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ أَحَدِكُمْ 
مَادَامَ فِي‎ ‎مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلىَّ فِيْهِ يَقُوْلُوْنَ: 
اَللّهُمَّ ارْحَمْهُ‏‎ ‎الّلهُمَّ اغْفِرْ لَهُ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيْهِ 
مَا لَمْ‏‎ ‎يُحْدِثْ 

"Apabila seseorang memasuki masjid, maka dia dihitung berada dalam 
shalat selama shalat tersebut yang menahannya (di dalam masjid), dan 
para malaikat berdoa kepada salah seorang di antara kalian selama dia
berada pada tempat shalatnya, Mereka mengatakan, "Ya Allah, 
curahkanlah rahmat kepadanya, ya Allah ampunilah dirinya selama dia 
tidak menyakiti orang lain dan tidak berhadats". 


10. Mengaitkan Hati Dengan Masjid 

Berusaha untuk selalu mengaitkan hati dengan masjid dengan berusaha 
mendatangi ke masjid sebelum shalat, menunggu shalat dengan berdzikir 
dan beribadah, dan tidak buru-buru beranjak. Dan keutamaan inilah yang 
akan dinaungi oleh AllahTa'ala ketika nanti tiada naungan 
selainnaungan-Nya. Sebagaimana dalam hadis, "Tujuh jenis orang yang 
Allah Ta'ala akan menaungi mereka pada hari tiada naungan kecuali 
naungan-Nya, dan laki-laki yang hatinya selalu terkait dengan masjid)" 
muslim.or.id)

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal...

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga?

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga? Sejumlah mubaligh dan guru ngaji yang mengatakan bahwa dengan seekor kambing itu mencukupi sebagai qurban dari satu keluarga. Dalam hal ini ditangkap pesan bahwa satu keluarga menjadi “shahibul qurban” dari seekor kambing. Menurut empat mazhab anggapan ini adalah anggapan yang tidak benar. Kalimat “seeorang menyembelih kambing qurban untuk dirinya dan keluarganya” itu dibenarkan oleh sebagian ulama, bukan semua ulama dengan dua pengertian: Pertama, gugur perintah berqurban dari anggota keluarga shahibul qurban. Jika suami menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk isteri dan anak-anak itu sudah gugur. Demikian pula jika isteri menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk suami dan anak-anak itu gugur. Inilah makna dari hukum qurban adalah sunnah kifayah. Kedua, keluarga shahibul qurban ikut mendapatkan cipratan pahala qurban. Ini terjadi jika shahibul qurban pasang niat untuk mengikutsertakan keluargan...

Wasiat Al-Habib Umar bin Hafidz

قال الحبيب عمر بن حفيظ : لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف  ترضي الله Al-Habib Umar bin Hafidz Berkata : "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu. [FM]

Qiyas Hudud Seks Sejenis Dengan Zina

Forum Muslim - Dalam kasus zina, dibedakan hukuman hududnya antara pelaku zina muhshan dan pelaku zina ghairu muhshan.  1. Pelaku Zina Muhshan  Mereka yang sudah pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya, tentu bentuknya dalam perkawinan yang sah. Dengan kata lain sudah menikah. Kalau dia berzina, hukumannya adalah rajam, yaitu dilempari batu sampai mati. Asif berzina dengan seorang wanita dan Rasulullah SAW memerintahkan kepada Unais untuk menyidangkan perkaranya dan beliau bersabda : وَاغْدُ يَا أُنَيْس عَلىَ امْرَأَةِ هَذَا فَإِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا Wahai Unais, datangi wanita itu dan bila dia mengaku zina maka rajamlah. (HR. Bukhari) 2. Pelaku Zina Ghairu Muhshan  Mereka yang belum pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya. Artinya belum pernah menikah. Maka kalau dia berzina, hukumannya adalah cambuk 100 kali, sebagaimana disebutkan dalam An-Nur ayat 2 :  الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُ...

Dalil Kewajiban Memilih Calon Pemimpin Yang Bertaqwa

Seorang kawan baik bertanya tentang hadis soal memilih pemimpin, tapi saya memberi jawaban berbeda.

Doa Meminta Jodoh Versi Abu Nawas

Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...

SISTEM AKUNTANSI BUMDES TERINTEGRASI (Auto-Jurnal & Manajemen Transaksi)

BUMDES Accounting System v4.0 – Integrated Auto-Journal & Transaction Module Sistem Akuntansi BUMDES - DOUBLE ENTRY SISTEM AKUNTANSI BUMDES - DOUBLE ENTRY (REVISI FINAL - FIXED) Dengan jurnal otomatis, navigasi keyboard, autocomplete, penjualan/pembelian terintegrasi, & pelunasan piutang/utang Informasi Modal & Prive Jurnal & Buku Besar Aset & Penyusutan Piutang & Utang Persediaan Penjualan & Pembelian Laporan Manajemen Informasi Umum Nama Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Nama BUMDES Unit Usaha Pengelola Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Tahun Periode Laporan Bulanan Triwulan Semester Tahunan Tanggal Mulai Tanggal Selesai Modal dan Prive Moda...

Surat Al Ma'un