Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Buku Kas - Aplikasi Rekapitulasi Keuangan

📊 Rekapitulasi Keuangan 📊 Rekapitulasi Keuangan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Bulan Tahun Nama Lembaga/Organisasi Unit Kegiatan Transaksi Keuangan No Tanggal Tipe Uraian Harga Satuan (IDR) Volume Satuan Jumlah (IDR) Saldo (IDR) Aksi 1 Pemasukan Pengeluaran ...

Tentang Bid'ah

Bagi yang ngotot bahwa

Semua Bid'ah itu Sesat,

harusnya ini jadi

perhatian.

Al Qur'an asli itu Arab

gundul. Tidak ada tanda

baca dan nomor ayat.

Karena bid'ah hasanahlah

ada segala macam.

Bagi hafidz Al Qur'an, yg

penting dibaca dan

dihafal.

Jika anda mau membaca

Al Qur'an sesuai Sunnah

Nabi, jangan pegang itu

Kitab Al Qur'an. Karena

Nabi itu Ummi. Buta Huruf.

Kitab Al Qur'an pun zaman

Nabi belum ada. Masih

terserak di pelepah kurma,

kulit, dsb. Baru dibukukan

pada zaman Khalifah

Usman yang dikenal dgn

Mushaf Usmani.

Itu pun tanda titik belum

ada. Jadi anda tidak bisa

membedakan huruf ba, ta,

tsa, dan nun karena titik

ini baru dibuat sekitar

tahun 80 H (69 tahun

setelah Nabi Wafat.

Kalau ngotot semua Bid'ah

itu sesat, kenapa masih

membagi Bid'ah jadi

Bid'ah Dunia yang tidak

sesat dan Bid'ah agama

yang sesat?

Saat Khalifah Umar

berkata "Ni'mal Bid'ah

Hadzihi" (Sebaik2 bid'ah

adalah ini) saat mengajak

ummat Islam sholat

tarawih berjama'ah yang

jelas bid'ah agama (sholat)

, kenapa masih berdalih

ada bid'ah yang lurus?

Dibagi lagi oleh kelompok

ini ada Bid'ah bahasa dan

ada Bid'ah Istilah.

Mereka sendiri punya

aqidah tauhid 3 (Uluhiyah,

Rububiyah, dan Asma wa

Shifat) yang jelas2 bid'ah

karena tak tercantum

dalam Al Qur'an dan

Hadits. Kalau aqidah /

dasarnya sudah bid'ah /

sesat, mau apalagi? Ini

konsekwensi kalau mau

bilang Semua Bid'ah itu

sesat.

Bid'ah itu kata benda.

Yang namanya benda, itu

punya sifat. Baik atau

buruk. Nah yang dilarang

Nabi itu bid'ah yang

buruk. Jika bid'ah baik, ya

tidak dilarang. Sebaliknya

sesuatu yang lama jika

buruk, ya harus

ditinggalkan. Misalnya

sya'i dengan bertelanjang

sebagaimana dilakukan

kaum Jahiliyyah.

Loh KULLU itu kan artinya

SEMUA, kata mereka. Meski

benar begitu,

kenyataannya para

sahabat dan Imam Syafi'ie

menyatakan ada bid'ah

yang baik bukan? Ikuti

pemahaman mereka.

Tidak selalu arti KULLU itu

adalah SEMUA atau SELALU.

Itu hanya secara umum/

garis besar saja.

Contoh:

ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺎﺀِ ﻛُﻞَّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺣَﻲٍّ

"… dari air Kami jadikan

segala sesuatu yang

hidup…" [Al Anbiyaa' 30]

Meski di situ disebut dgn

memakai kata KULLU yang

artinya SEMUA, nyatanya

jin diciptakan dari api dan

malaikat dari Nur/ cahaya.

Jadi Kullu di situ bersifat

umum saja. Tetap ada

perkecualiannya.

Adapun yang pertama kali

membuat Tanda Titik

untuk membedakan

huruf-huruf yang sama

karakternya (nuqathu

hart) adalah Nasr bin

Ashim (W. 89 H) atas

permintaan Hajjaj bin

Yusuf as-Tsaqafy, salah

seorang gubernur pada

masa Dinasti Daulah

Umayyah (40-95 H).

Sedangkan yang pertama

kali menggunakan tanda

Fathah, Kasrah, Dhammah,

Sukun, dan Tasydid seperti

yang-kita kenal sekarang

adalah al-Khalil bin Ahmad

al-Farahidy (W.170 H)

pada abad ke II H.

Kemudian pada masa

Khalifah Al-Makmun, para

ulama selanjutnya

berijtihad untuk semakin

mempermudah orang

untuk membaca dan

menghafal Al Quran

khususnya bagi orang

selain arab dengan

menciptakan tanda-tanda

baca tajwid yang berupa

Isymam, Rum, dan Mad.

Sebagaimana mereka juga

membuat tanda Lingkaran

Bulat sebagai pemisah

ayat dan mencamtumkan

nomor ayat, tanda-tanda

waqaf (berhenti

membaca), ibtida

(memulai membaca),

menerangkan identitas

surah di awal setiap surah

yang terdiri dari nama,

tempat turun, jumlah ayat,

dan jumlah 'ain.

Dari Abdurrahman bin

Abdul Qori yang

menjelaskan: "Pada salah

satu malam di bulan

Ramadhan, aku berjalan

bersama Umar (bin

Khattab). Kami melihat

orang-orang nampak

sendiri-sendiri dan

berpencar-penca r.

Mereka melakukan shalat

ada yang sendiri-sendiri

ataupun dengan

kelompoknya masing-

masing. Lantas Umar

berkata: "Menurutku

alangkah baiknya jika

mereka mengikuti satu

imam (untuk berjamaah)".

Lantas ia memerintahkan

agar orang-orang itu

melakukan shalat

dibelakang Ubay bin Ka'ab.

Malam berikutnya, kami

kembali datang ke masjid.

Kami melihat orang-orang

melakukan shalat sunnah

malam Ramadhan

(tarawih) dengan

berjamaah. Melihat hal itu

lantas Umar mengatakan:

"Inilah sebaik-baik

bid'ah!" ((ni'mal bid'ah

hadzihi))" (Shahih Bukhari

jilid 2 halaman 252, yang

juga terdapat dalam kitab

al-Muwattha' karya Imam

Malik halaman 73).

Di situ Umar ra

menyatakan di depan para

sahabat bahwa ada Bid'ah

yang baik! Ada bid'ah

hasanah. Jadi keliru sekali

jika menganggap tidak

ada bid'ah hasanah.

Semua bid'ah sesat dan

masuk neraka.

"Dari Zaid bin Tsabit r.a.

bahwa ia berkata: "Abu

Bakar mengirimkan berita

kepadaku tentang korban

pertempuran Yamamah,

setelah orang yang hafal

Al-Qur'an sejumlah 70

orang gugur. Kala itu

Umar berada di samping

Abu Bakar. Kemudian Abu

Bakar mengatakan "Umar

telah datang kepadaku

dan ia mengatakan:

"Sesungguhnya

pertumpahan darah pada

pertempuran Yamamah

banyak mengancam

terhadap para penghafal

Al-Qur'an. Aku khawatir

kalau pembunuhan

terhadap para penghafal

Al-Qur'an terus-menerus

terjadi di setiap

pertempuran, akan

mengakibatkan banyak Al-

Qur'an yang hilang. Saya

berpendapat agar anda

memerintahkan seseorang

untuk mengumpulkan Al-

Qur'an". Aku (Abu Bakar)

menjawab: "Bagaimana

aku harus melakukan

suatu perbuatan sedang

Rasul SAW tidak pernah

melakukannya?". Umar

r.a. menjawab: "Demi

Allah perbuatan tersebut

adalah baik". Dan ia

berulangkali

mengucapkannya

sehingga Allah

melapangkan dadaku

sebagaimana ia

melapangkan dada Umar.

Dalam hal itu aku

sependapat dengan

pendapat Umar.

Zaid berkata: Abu Bakar

mengatakan: "Anda

adalah seorang pemuda

yang tangkas, aku tidak

meragukan kemampuan

anda. Anda adalah penulis

wahyu dari Rasulullah

SAW. Oleh karena itu

telitilah Al-Our'an dan

kumpulkanlah….! " Zaid

menjawab: "Demi Allah

andaikata aku dibebani

tugas untuk

memindahkan gunung

tidaklah akan berat bagiku

jika dibandingkan dengan

tugas yang dibebankan

kepadaku ini".

Saya mengatakan:

"Bagaimana anda berdua

akan melakukan

pekerjaan yang tidak

pernah dilakukan oleh

Rasululah SAW?". Abu

Bakar menjawab: "Demi

Allah hal ini adalah baik",

dan ia mengulanginya

berulangkali sampai aku

dilapangkan dada oleh

Allah SWT sebagaimana ia

telah melapangkan dada

Abu Bakar dan Umar.

Selanjutnya aku meneliti

dan mengumpulkan Al-

Qur'an dari kepingan batu,

pelepah kurma dan dari

sahabat-sahabat yang

hafal Al-Qur'an, sampai

akhirnya aku

mendapatkan akhir surat

At-Taubah dari Abu

Khuzaimah Al-Anshary

yang tidak terdapat pada

lainnya (yaitu):

Sesungguhnya telah

datang kepadamu seorang

Rasul dari kaummu

sendiri, berat baginya apa

yang kamu rasakan, ia

sangat menginginkan

(keimanan dan

keselamatan) bagimu,

amat belas kasihan lagi

penyayang terhadap

orang-orang mukmin. Jika

mereka berpaling (dari

keimanan) maka

katakanlah: Cukuplah

Allah bagiku, tidak ada

Tuhan selain Dia. Hanya

kepada-Nya aku

bertawakkal dan Dia

adalah Tuhan yang

memiliki 'Arsy yang

agung. (At-Taubah:

128-129). [HR Bukhari]

Di hadits di atas, Abu

Bakar ra, Umar bin

Khoththob ra, dan Zaid bin

Tsabit ra sepakat bahwa

pembukuan Al Qur'an itu

adalah bid'ah. Tidak

pernah dilakukan di

zaman Nabi. Namun

mereka kemudian yakin

itu adalah Bid'ah yang

baik. Bid'ah Hasanah!

http:// kabarislamia.com

/2014/12/12/ bidah-

hasanah-it u-ada/

Jika tidak mengenal bid'ah

hasanah, tahunya semua

bid'ah itu sesat, maka

orang ini bisa jadi sesat.

Bisa jadi bangkrut. Karena

dia akhirnya jadi suka

memfitnah orang2 Islam

sbg sesat karena

kejahilannya. Padahal

label sesat itu bisa balik

kepadanya dan menyakiti

muslim dgn lisan dan

tulisan itu dosa.

"Hai orang-orang yang

beriman, janganlah

sekumpulan orang laki-

laki merendahkan

kumpulan yang lain, boleh

jadi yang ditertawakan itu

lebih baik dari mereka.

Dan jangan pula

sekumpulan perempuan

merendahkan kumpulan

lainnya, boleh jadi yang

direndahkan itu lebih baik.

Dan janganlah suka

mencela dirimu sendiri

[1409] dan jangan

memanggil dengan

gelaran yang

mengandung ejekan.

Seburuk-buruk panggilan

adalah (panggilan) yang

buruk sesudah iman[1410]

dan barangsiapa yang

tidak bertobat, maka

mereka itulah orang-

orang yang zalim." [Al

Hujuraat 11]

"Barangsiapa yang

berkata kepada

saudaranya "hai kafir",

maka ucapan itu akan

mengenai salah seorang

dari keduanya." [HR

Bukhari]

Baca selengkapnya di:

http:// media-islam.or.i

d/2011/10/26/ jangan-

mudah-men gkafirkan-

sesam a-muslim/

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal...

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga?

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga? Sejumlah mubaligh dan guru ngaji yang mengatakan bahwa dengan seekor kambing itu mencukupi sebagai qurban dari satu keluarga. Dalam hal ini ditangkap pesan bahwa satu keluarga menjadi “shahibul qurban” dari seekor kambing. Menurut empat mazhab anggapan ini adalah anggapan yang tidak benar. Kalimat “seeorang menyembelih kambing qurban untuk dirinya dan keluarganya” itu dibenarkan oleh sebagian ulama, bukan semua ulama dengan dua pengertian: Pertama, gugur perintah berqurban dari anggota keluarga shahibul qurban. Jika suami menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk isteri dan anak-anak itu sudah gugur. Demikian pula jika isteri menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk suami dan anak-anak itu gugur. Inilah makna dari hukum qurban adalah sunnah kifayah. Kedua, keluarga shahibul qurban ikut mendapatkan cipratan pahala qurban. Ini terjadi jika shahibul qurban pasang niat untuk mengikutsertakan keluargan...

Wasiat Al-Habib Umar bin Hafidz

قال الحبيب عمر بن حفيظ : لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف  ترضي الله Al-Habib Umar bin Hafidz Berkata : "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu. [FM]

Qiyas Hudud Seks Sejenis Dengan Zina

Forum Muslim - Dalam kasus zina, dibedakan hukuman hududnya antara pelaku zina muhshan dan pelaku zina ghairu muhshan.  1. Pelaku Zina Muhshan  Mereka yang sudah pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya, tentu bentuknya dalam perkawinan yang sah. Dengan kata lain sudah menikah. Kalau dia berzina, hukumannya adalah rajam, yaitu dilempari batu sampai mati. Asif berzina dengan seorang wanita dan Rasulullah SAW memerintahkan kepada Unais untuk menyidangkan perkaranya dan beliau bersabda : وَاغْدُ يَا أُنَيْس عَلىَ امْرَأَةِ هَذَا فَإِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا Wahai Unais, datangi wanita itu dan bila dia mengaku zina maka rajamlah. (HR. Bukhari) 2. Pelaku Zina Ghairu Muhshan  Mereka yang belum pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya. Artinya belum pernah menikah. Maka kalau dia berzina, hukumannya adalah cambuk 100 kali, sebagaimana disebutkan dalam An-Nur ayat 2 :  الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُ...

Dalil Kewajiban Memilih Calon Pemimpin Yang Bertaqwa

Seorang kawan baik bertanya tentang hadis soal memilih pemimpin, tapi saya memberi jawaban berbeda.

Doa Meminta Jodoh Versi Abu Nawas

Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...

SISTEM AKUNTANSI BUMDES TERINTEGRASI (Auto-Jurnal & Manajemen Transaksi)

BUMDES Accounting System v4.0 – Integrated Auto-Journal & Transaction Module Sistem Akuntansi BUMDES - DOUBLE ENTRY SISTEM AKUNTANSI BUMDES - DOUBLE ENTRY (REVISI FINAL - FIXED) Dengan jurnal otomatis, navigasi keyboard, autocomplete, penjualan/pembelian terintegrasi, & pelunasan piutang/utang Informasi Modal & Prive Jurnal & Buku Besar Aset & Penyusutan Piutang & Utang Persediaan Penjualan & Pembelian Laporan Manajemen Informasi Umum Nama Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Nama BUMDES Unit Usaha Pengelola Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Tahun Periode Laporan Bulanan Triwulan Semester Tahunan Tanggal Mulai Tanggal Selesai Modal dan Prive Moda...

Surat Al Ma'un