Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Buku Kas - Aplikasi Rekapitulasi Keuangan

📊 Rekapitulasi Keuangan 📊 Rekapitulasi Keuangan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Bulan Tahun Nama Lembaga/Organisasi Unit Kegiatan Transaksi Keuangan No Tanggal Tipe Uraian Harga Satuan (IDR) Volume Satuan Jumlah (IDR) Saldo (IDR) Aksi 1 Pemasukan Pengeluaran ...

Rahasia Wasiat Terakhir Nabi Muhammad SAW



Forummuslim.org - Dalam riwayat imam al-Nasa'i, sayyidah Ummu Salamah menceritakan keadaan Nabi s.a.w. di detik-detik terakhir menjelang wafatnya. Beliau mengatakan bahwa Nabi s.a.w. mengucapkan: "al-Shalah, wa maa malakat aimanukum", kalimat ini selalu dulang-ulang oleh Nabi s.a.w. sampai suaranya tidak terdengar lagi. Yang akhirnya ini menjadi wasiat terakhir Nabi s.a.w. untuk umatnya di depan orang-orang terdekat yang menyksikan beliau wafat. 



Kalau diterjemahkan, kalimat terakhir Nabi s.a.w. itu maksudnya; "jagalah shalat kalian, jaga pula budak serta hamba sahaya yang kalian miliki!". Ini wasiat terakhir Nabi s.a.w. sebelum beliau wafat. Dari sini kemudian ulama menafsirkan bahwa memang Nabi s.a.w. mempunyai kelebihan yang sering disebut dengan istilah "Jawami' al-Kalim"; maksudnya orang yang perkataannya itu sedikit tapi dari yang sedikit itu punya arti yang dalam dan luas. 

Ya. Memang 2 kalimat itu sedikit, tapi nyata punya kandungan yang dalam dan universal. Maksud wasiat Nabi s.a.w. itu agar kita umatnya menjadi umat yang sholeh ritual, juga sholeh sosial. Dengan bahasa yang lebih sederhana, kita dituntut oleh Nabi s.a.w. kita untuk jadi
muslim yang hablum-minallah-nya bagus, dan hablum-minannas-nya juga
lurus sejurus.

Kalimat Nabi s.a.w.; "als-shalah", atau "jagalah shalat kalian", ini mewakili tuntutan syariah kepada kita untuk jadi orang yang hubungan dengan Allah punya status yang baik. Yang disebutkan memang hanya shalat, tapi maksudnya adalah seluruh ritual ibadah kita kepada Allah s.w. t.  Disebutkan hanya shalat karena memang ibadah tersebut adalah
bentuk ritual ibadah vertikal paling optimal untuk menggambarkan
ketundukkan kita kepada Allah s.w.t. Banyak hadits Nabi s.a.w. yang
menggambarkan shalat sebagai tiang agama, yang bisa saja sebuah bangunan itu runtuh akibat tiangnya yang tidak kuat. Saking pentingnya, ibadah shalatlah yang akan pertama kali ditanya nanti ketika kita masuk mahkamah keadilan akhirat nanti.

Untuk tuntutan sosial, Nabi s.a.w. mewakilinya dengan kalimat "jagalah/hormati budak serta hamba sahaya yang kalian miliki!". Kenapa
Nabi s.a.w. memilih kalimat ini? Coba kita lihat, budak ketika itu adalah manusia dengan strata sosial paling rendah. Sangat rendah. Tidak ada manusia ketika itu yang derajatnya kebih rendah selain budak. Jangankan untuk baju yang ia miliki, bahwa badannya sendiri, ia tidak miliki itu. Nabi s.a.w. menunutu kita untuk bisa mengormati
mereka, menjaga hak-hak mereka, memberikan sikap baik yang sama
sebagaimana kita bersikap kepada selain budak. Masalahnya manusia sangat bisa dan terbiasa untuk menghormati orang yang jauh lebih tinggi derajatnya, baik itu dari segi ekonomi, keilmuan, atau juga tinggi jabatan, serta status profesi dan sosial.
Akan tetapi sulit sekali bagi manusia –biasanya- untuk menghormati orang yang derajatnya jauh lebih rendah; baik itu dari segi jabatan, ekonomi, keilmuan apalagi. Maka wajar Nabi s.a.w. menjadikan budak sebagai "model" penghormatan bagi kita semua; karena memang itu sesuatu yang sulit.
Maksudnya, kalau orang sudah bisa menggormati orang yang status
sosialnya atau ekonominya atau jebatannya atau keilmuannya atau juga
profesinya lebih rendah, maka bukan barang yang sulit untuk dia menghormati orang yang lebih tinggi derajatnya. Tapi sebaliknya, kalau hanya terbiasa menghormati dan bisa memberikan penghormatan kepada orang yang tinggi derajatnya, sulit rasanya kalau harus memberikanñpenghormatan yang sama kepada orang yang jauh lebih rendah. Coba kita lihat sekeliling kita, banyak orang yang punya jabatan serta profesi
dan keilmuan yang jauh lebih rendah dari kita. Katakanlah pembantu, tukang sampah, pengamen jalanan, tukang asongan, termasuk juga pendosa, pelaku maksiat, bagaimana kita memandang mereka? Dengan mata murka kah? Merasa jauh lebih baik dan lebih dekat dengan tuhan sehingga melegalkan kita untuk mencibir mereka walau dalam hati?

Nabi s.a.w. mewanti-wanti agar kita tidak jatuh menjadi orang yang jumawa dengan apa yang kita miliki. Ilmu serta yang kita miliki serta ibadah banyak yang sudah kita lakukan, tidak bisa menjadikan kita sombong. Masih dihormatinya kita oleh orang lain, bukan karena ilmu, bukan juga karena harta, bukan juga karena jabatan juga, tapi karena Allah s.w.t. masih menutupi aib kita di depan khalayak. Kalau saja
Allah s.w.t. membuka aib itu, mungkin kita bisa saja menjadi hina yybahkan jauh lebih hina dari yang kita hina selama ini. Maka perlakukanlah mereka sama. Bukankah agama ini juga datang dengan semangat "al-musawah bainan-naas"? persamaan antara setiap manusia.
(Ahmad Zarkasih)


Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal...

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga?

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga? Sejumlah mubaligh dan guru ngaji yang mengatakan bahwa dengan seekor kambing itu mencukupi sebagai qurban dari satu keluarga. Dalam hal ini ditangkap pesan bahwa satu keluarga menjadi “shahibul qurban” dari seekor kambing. Menurut empat mazhab anggapan ini adalah anggapan yang tidak benar. Kalimat “seeorang menyembelih kambing qurban untuk dirinya dan keluarganya” itu dibenarkan oleh sebagian ulama, bukan semua ulama dengan dua pengertian: Pertama, gugur perintah berqurban dari anggota keluarga shahibul qurban. Jika suami menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk isteri dan anak-anak itu sudah gugur. Demikian pula jika isteri menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk suami dan anak-anak itu gugur. Inilah makna dari hukum qurban adalah sunnah kifayah. Kedua, keluarga shahibul qurban ikut mendapatkan cipratan pahala qurban. Ini terjadi jika shahibul qurban pasang niat untuk mengikutsertakan keluargan...

Wasiat Al-Habib Umar bin Hafidz

قال الحبيب عمر بن حفيظ : لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف  ترضي الله Al-Habib Umar bin Hafidz Berkata : "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu. [FM]

Qiyas Hudud Seks Sejenis Dengan Zina

Forum Muslim - Dalam kasus zina, dibedakan hukuman hududnya antara pelaku zina muhshan dan pelaku zina ghairu muhshan.  1. Pelaku Zina Muhshan  Mereka yang sudah pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya, tentu bentuknya dalam perkawinan yang sah. Dengan kata lain sudah menikah. Kalau dia berzina, hukumannya adalah rajam, yaitu dilempari batu sampai mati. Asif berzina dengan seorang wanita dan Rasulullah SAW memerintahkan kepada Unais untuk menyidangkan perkaranya dan beliau bersabda : وَاغْدُ يَا أُنَيْس عَلىَ امْرَأَةِ هَذَا فَإِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا Wahai Unais, datangi wanita itu dan bila dia mengaku zina maka rajamlah. (HR. Bukhari) 2. Pelaku Zina Ghairu Muhshan  Mereka yang belum pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya. Artinya belum pernah menikah. Maka kalau dia berzina, hukumannya adalah cambuk 100 kali, sebagaimana disebutkan dalam An-Nur ayat 2 :  الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُ...

Dalil Kewajiban Memilih Calon Pemimpin Yang Bertaqwa

Seorang kawan baik bertanya tentang hadis soal memilih pemimpin, tapi saya memberi jawaban berbeda.

Doa Meminta Jodoh Versi Abu Nawas

Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...

SISTEM AKUNTANSI BUMDES TERINTEGRASI (Auto-Jurnal & Manajemen Transaksi)

BUMDES Accounting System v4.0 – Integrated Auto-Journal & Transaction Module Sistem Akuntansi BUMDES - DOUBLE ENTRY SISTEM AKUNTANSI BUMDES - DOUBLE ENTRY (REVISI FINAL - FIXED) Dengan jurnal otomatis, navigasi keyboard, autocomplete, penjualan/pembelian terintegrasi, & pelunasan piutang/utang Informasi Modal & Prive Jurnal & Buku Besar Aset & Penyusutan Piutang & Utang Persediaan Penjualan & Pembelian Laporan Manajemen Informasi Umum Nama Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Nama BUMDES Unit Usaha Pengelola Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Tahun Periode Laporan Bulanan Triwulan Semester Tahunan Tanggal Mulai Tanggal Selesai Modal dan Prive Moda...

Surat Al Ma'un