Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Buku Kas - Aplikasi Rekapitulasi Keuangan

📊 Rekapitulasi Keuangan 📊 Rekapitulasi Keuangan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Bulan Tahun Nama Lembaga/Organisasi Unit Kegiatan Transaksi Keuangan No Tanggal Tipe Uraian Harga Satuan (IDR) Volume Satuan Jumlah (IDR) Saldo (IDR) Aksi 1 Pemasukan Pengeluaran ...

Wahabi Adalah Generasi Ibnu Muljam

Ali bin ABi Thalib gugur sebagai syahid pada waktu subuh tanggal 7
Ramadhan akibat tebasan pedang salah seorang anggota sekte Khawarij
yang bernama Abdurrahman bin Muljam Al Murodi. Uniknya sang pembunuh
ini melakukan aksinya sambil berkata,
"Hukum itu milik Allah, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu."
Tidak berhenti sampai di situ, saat melakukan aksi bejadnya ini Ibnu
Muljam juga tidak berhenti mulutnya mengulang-ulang ayat 207 surat Al
Baqarah yang artinya,
"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena
mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada
hamba-hamba-Nya."
Ironis memang, Ibnu Muljam merasa surat Al-Baqarah 207, dijadikan
pegangan dirinya untuk membunuh Imam Ali as.
Padahal ayat diatas ditujukan kepada Imam Ali as, yang merupakan
asbabun nuzul dari peristiwa tidurnya Imam Ali as di atas tempat tidur
Nabi, menggantikan Nabi SAW ketika berhijrah ke Madinah.
Tatkala khalifah Ali bin ABi Thalib akhirnya gugur, Ibnu Muljam pun
dieksekusi mati dengan cara diqishas. Proses qishasnya pun bisa
membuat kita tercengang karena saat tubuhnya telah diikat untuk
dipenggal kepalanya, ia masih sempat berpesan kepada algojo yang
mendapat tugas melakukan eksekusi,
"Jangan penggal kepalaku sekaligus. Tapi potonglah anggota tubuhku
sedikit demi sedikit hingga aku bisa menyaksikan anggota tubuhku
disiksa di jalan Allah."
Demikianlah keyakinan Ibnu Muljam yang berpendapat bahwa membunuh Ali
bin Abi Thalib yang nota bene salah satu sahabat yang dijamin masuk
surga, menantu (suami Sayyidah Fathimah) dan saudara sepupu Rasulullah
dan ayah dari Hasan dan Husein, dua pemimpin pemuda ahli surga,
sebagai tindakan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Aksi yang dilakukan oleh Ibnu Muljam ini adalah realitas pahit yang
kita lihat pada kehidupan ummat Islam sekarang dimana diantara para
pemuda kita terdapat kelompok yang giat melakukan provokasi untuk
membunuh kaum muslimin yang tidak berdosa. Kelompok ini menggunakan
intimidasi dan aksi kekerasan sebagai strategi perjuangan mereka.
Merekalah yang pada raut wajahnya memancarkan hidayah dan mereka juga
senantiasa membaca Al Qur'an di waktu siang dan malam. Namun
sesungguhnya mereka adalah kelompok yang merugi sebab karakteristik
mereka tepat sebagaimana sinyalemen yang disampaikan Rasulullah dalam
sebuah hadits yang artinya, "Akan ada para lelaki yang membaca Al
Qur'an tanpa melampaui tulang selangka mereka. Mereka telah keluar
dari agama laksana keluarnya anak panah dari busur."
Kebodohan mengakibatkan mereka merasa berjuang membela kepentingan
agama Islam padahal hakikatnya mereka sedang memerangi Islam dan kaum
muslimin.
Ibnu Muljam sejatinya adalah figur lelaki yang shalih, zahid dan
bertaqwa. Bukan lelaki bengal yang buta sama sekali terhadap ilmu
agama. Di wajahnya terlihat dengan nyata jejak sujud. Ia juga hapal Al
Qur'an dan sekaligus sebagai guru yang berusaha mendorong orang lain
untuk menghapalkannya. 'Umar bin Khatthab pernah menugaskannya ke
Mesir demi mengabulkan permohonan 'Amr bin 'Ash yang memohon kepada
beliau untuk mengirim ke Mesir figur yang hafal Al Qur'an untuk
mengajarkannya kepada penduduk Mesir. Tatkala 'Amr bin 'Ash meminta,
"Wahai amirul mukminin, kirimkanlah kepadaku lelaki yang hafal Al
Qur'an untuk mengajari penduduk Mesir, " 'Umar menjawab, "Saya
mengirimkan untukmu seorang lelaki bernama Abdurrahman bin Muljam,
salah seorang ahli Al Qur'an yang aku prioritaskan untukmu dari pada
untuk diriku sendiri. Jika ia telah datang kepadamu maka siapkan rumah
untuknya untuk mengajarkan Al Qur'an kepada kaum muslimin dan
muliakanlah ia...!."
Meskipun Ibnu Muljam hafal Al Qur'an, bertaqwa dan rajin beribadah
namun semua itu tidak bermanfaat baginya. Ia mati dalam kondisi su'ul
khatimah, tidak membawa iman dan Islam akibat kedangkalan ilmu agama
yang dimilikinya dan berafiliasi dengan sekte Khawarij yang telah
meracuni para pemuda muslim sehingga melakukan aksi-aksi yang
bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama Islam namun justru
mengklaim semua itu dalam rangka membela ajaran Allah dan Rasulullah.
Bercermin dari figur Ibnu Muljam tentu kita tidak perlu merasa aneh
jika sekarang muncul kelompok-kelompok ekstrim yang mudah memvonis
kafir terhadap sesama muslim yang berbeda pandangan melakukan tindakan
yang sama persis dilakukan oleh Ibnu Muljam. Mereka mengklaim berjuang
menegakkan agama Allah namun faktanya justru menebar ketakutan kepada
ummat Islam dan menciptakan konflik internal berdarah-darah yang
membuat mustahil membangun persatuan sesama kaum muslimin.
Oleh karena itu menjadi tugas bersama para ulama dan umaro' untuk
membentengi kaum muslimin di Indonesia dari ide-ide keagamaan
destruktif yang dikembangkan oleh generasi pewaris Abdurrahman bin
Muljam dan untuk berusaha keras menghalangi siapapun yang ingin
menjadikan Indonesia sebagai ladang subur bagi tumbuhnya
kelompok-kelompok khawarij modern yang militan namun miskin ilmu.

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal...

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga?

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga? Sejumlah mubaligh dan guru ngaji yang mengatakan bahwa dengan seekor kambing itu mencukupi sebagai qurban dari satu keluarga. Dalam hal ini ditangkap pesan bahwa satu keluarga menjadi “shahibul qurban” dari seekor kambing. Menurut empat mazhab anggapan ini adalah anggapan yang tidak benar. Kalimat “seeorang menyembelih kambing qurban untuk dirinya dan keluarganya” itu dibenarkan oleh sebagian ulama, bukan semua ulama dengan dua pengertian: Pertama, gugur perintah berqurban dari anggota keluarga shahibul qurban. Jika suami menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk isteri dan anak-anak itu sudah gugur. Demikian pula jika isteri menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk suami dan anak-anak itu gugur. Inilah makna dari hukum qurban adalah sunnah kifayah. Kedua, keluarga shahibul qurban ikut mendapatkan cipratan pahala qurban. Ini terjadi jika shahibul qurban pasang niat untuk mengikutsertakan keluargan...

Wasiat Al-Habib Umar bin Hafidz

قال الحبيب عمر بن حفيظ : لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف  ترضي الله Al-Habib Umar bin Hafidz Berkata : "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu. [FM]

Qiyas Hudud Seks Sejenis Dengan Zina

Forum Muslim - Dalam kasus zina, dibedakan hukuman hududnya antara pelaku zina muhshan dan pelaku zina ghairu muhshan.  1. Pelaku Zina Muhshan  Mereka yang sudah pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya, tentu bentuknya dalam perkawinan yang sah. Dengan kata lain sudah menikah. Kalau dia berzina, hukumannya adalah rajam, yaitu dilempari batu sampai mati. Asif berzina dengan seorang wanita dan Rasulullah SAW memerintahkan kepada Unais untuk menyidangkan perkaranya dan beliau bersabda : وَاغْدُ يَا أُنَيْس عَلىَ امْرَأَةِ هَذَا فَإِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا Wahai Unais, datangi wanita itu dan bila dia mengaku zina maka rajamlah. (HR. Bukhari) 2. Pelaku Zina Ghairu Muhshan  Mereka yang belum pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya. Artinya belum pernah menikah. Maka kalau dia berzina, hukumannya adalah cambuk 100 kali, sebagaimana disebutkan dalam An-Nur ayat 2 :  الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُ...

Dalil Kewajiban Memilih Calon Pemimpin Yang Bertaqwa

Seorang kawan baik bertanya tentang hadis soal memilih pemimpin, tapi saya memberi jawaban berbeda.

Doa Meminta Jodoh Versi Abu Nawas

Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...

SISTEM AKUNTANSI BUMDES TERINTEGRASI (Auto-Jurnal & Manajemen Transaksi)

BUMDES Accounting System v4.0 – Integrated Auto-Journal & Transaction Module Sistem Akuntansi BUMDES - DOUBLE ENTRY SISTEM AKUNTANSI BUMDES - DOUBLE ENTRY (REVISI FINAL - FIXED) Dengan jurnal otomatis, navigasi keyboard, autocomplete, penjualan/pembelian terintegrasi, & pelunasan piutang/utang Informasi Modal & Prive Jurnal & Buku Besar Aset & Penyusutan Piutang & Utang Persediaan Penjualan & Pembelian Laporan Manajemen Informasi Umum Nama Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Nama BUMDES Unit Usaha Pengelola Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Tahun Periode Laporan Bulanan Triwulan Semester Tahunan Tanggal Mulai Tanggal Selesai Modal dan Prive Moda...

Surat Al Ma'un