Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Buku Kas - Aplikasi Rekapitulasi Keuangan

📊 Rekapitulasi Keuangan 📊 Rekapitulasi Keuangan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Bulan Tahun Nama Lembaga/Organisasi Unit Kegiatan Transaksi Keuangan No Tanggal Tipe Uraian Harga Satuan (IDR) Volume Satuan Jumlah (IDR) Saldo (IDR) Aksi 1 Pemasukan Pengeluaran ...

Mengapa Berebut Jabatan?

Komarudin Hidayat

 


Oleh: Komaruddin Hidayat

 

Untuk mengisi jabatan RT sebagai alat kelengkapan kelurahan, banyak orang mengelak dan menolak. Tetapi ketika memperebutkan kursi pimpinan DPR, politisi kita sangat bersemangat. Sampaisampai terjadi hujan interupsi, meja terbalik, dan pimpinan sidang dikejar-kejar. Pokoknya, heboh dan memalukan sehingga mampir pikiran negatif, wajar mereka berperilaku begitu karena sebagian dari mereka lolos ke Senayan modalnya membeli suara rakyat, bukan dukungan rakyat secara tulus dan murni.

 

Hal yang juga seru dan menarik perhatian masyarakat adalah proses perebutan dan pemilihan posisi menteri. Masyarakat pun mendugaduga, siapa-siapa saja sesungguhnya yang memiliki kekuatan dan kewenangan paling besar dalam pemilihan menteri? Tentu saja tidak mungkin ada jawaban dan penjelasan terhadap pertanyaan ini.

 

Yang kemudian beredar adalah rumor dan informasi setengah rahasia yang beredar sambung-menyambung sehingga menjadi gosip politik yang penuh bumbu penyedap, there is no such free lunch in the world.

 

Untuk apa sebuah jabatan politik" Jawaban normatifnya adalah sebagai sarana untuk memajukan bangsa, mengabdi pada kepentingan rakyat banyak. Dalam teks sumpah jabatan secara tegas dinyatakan, "Saya akan lebih mementingkan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan sendiri." Juga disebutkan, "Saya tidak akan menerima pemberian sesuatu apa pun juga yang dapat atau patut diduga bahwa ia memiliki hubungan dengan jabatan saya."

 

Jadi, secara normatif jabatan birokrasi pemerintahan itu instrumen politik yang mulia dan mesti dijaga dari intervensi kepentingan pribadi. Dengan demikian, siapa yang memperebutkan jabatan politik seperti menteri, mestilah mereka yang hati, pikiran, dan orientasi hidupnya memang diabdikan untuk kepentingan bangsa dan rakyat. Imbalannya secara materi adalah gaji dan fasilitas yang sudah ditetapkan oleh peraturan negara. Kalau saja memang memiliki tekad untuk mengabdi, tanpa mesti korupsi sudah bisa melaksanakan tugas mulia dengan baik. Tugas mulia itu jangan dirusak oleh pikiran dan tindakan yang hina, yaitu korupsi.

 

Kita sudah pasti tidak bisa membaca secara persis, apakah sesungguhnya motif dominan dari mereka yang berebut jabatan tinggi negara itu. Bisa saja di antara mereka semata menjalankan tugas parpol untuk berpartisipasi, power sharing, membangun bangsa. Tetapi mungkin bisa saja terjadi, yang dominan adalah motif pribadi, lalu berusaha menempel minta restu dan dukungan parpol agar mendapatkan endorsement masuk jajaran kabinet.

 

Apa pun motif dan jalur yang ditempuh sesungguhnya baik dan mulia sepanjang memiliki kompetensi, integritas, dan ketulusan niat untuk melayani dan membela kepentingan rakyat. Adapun hasilnya kita tunggu saja karena mereka baru mulai. Mengenai suara pro-kontra, itu hal yang lumrah dan biasa saja. Tidak mungkin seorang presiden dan jajaran kabinetnya mampu memuaskan semua pihak. Tetapi yang pasti rakyat menunggu kinerja mereka. Kalau mengecewakan, siap-siap saja menerima kritik dan hujatan, terutama dari kalangan rakyat dan relawan yang telah berkorban mengikuti aturan demokrasi serta taat hukum dalam proses pemilu untuk mendukung jagonya.

 

Berita baru dalam proses seleksi menteri kali ini adalah adanya keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang telah menimbulkan prokontra. Sisi positifnya, ini menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-JK telah berusaha mencari para pembantunya yang bersih, bebas dari korupsi. Apakah usaha ini betul-betul tercapai dan terpenuhi, semoga saja begitu. Yang lebih tahu adalah KPK dan PPATK.

 

Jika betul ada calon-calon yang terkena rapor merah dari KPK, masyarakat akan menagih, kapan orang-orang itu akan diproses oleh KPK? Kalau ternyata tidak diproses, maka KPK melakukan pembiaran terhadap pelaku korupsi. Atau jika posisi rapor merah itu sekadar peringatan dan sinyalemen yang belum dibuktikan lewat pengadilan, janganjangan ada orang-orang tertentu yang merasa diganjal kariernya untuk duduk sebagai menteri.

 

Saya sendiri punya pengalaman sebagai panitia seleksi (pansel) KPK maupun komisioner lain, sungguh tidak mudah mencari tokoh yang andal, baik dari segi kompetensi, integritas, dan bebas dari korupsi. Sekarang ini pun status saya masih sebagai anggota pansel KPK, mencari dua orang dari 104 pelamar yang masuk. Dua orang calon itu sudah diserahkan pada presiden, untuk diteruskan ke DPR selanjutnya dipilih satu dari dua calon.

 

Berdasarkan pengalaman sebagai anggota pansel, orang yang bersih dari korupsi itu paling mudah dicari dari mereka yang belum pernah menduduki jabatan yang bertanggung jawab mengelola dana besar, sampai ratusan miliar atau triliunan. Tetapi pertanyaannya, apakah jaminannya seseorang akan tetap jujur dan tahan godaan korupsi jika nantinya sudah duduk dalam satu jabatan yang penuh fasilitas negara?

 

Di lain pihak, orang yang pernah menduduki jabatan tinggi dan menunjukkan prestasinya, ibarat mobil, pasti tidak lagi bersih dan mulus karena terkena debu dan lumpur. Di samping memang ada yang sengaja dan senang bermain lumpur. Tugas pansel adalah bagaimana mencari tokoh calon pejabat tinggi negara yang tidak terjerat oleh jebakan itu. Mereka yang sudah teruji oleh waktu dan jabatan, menunjukkan prestasi, namun tetap mampu menjaga integritas dan stamina untuk selalu berkreasi dan berprestasi.

 

Jika orang berebut jabatan lebih didominasi oleh motif kepentingan diri dan kelompok, slogan semacam "restorasi" atau pun "revolusi mental" hanya berhenti sebagai slogan dan akan menjadi bahan olokan sinisme sebagaimana nasib semboyan: Katakan TIDAK pada korupsi, oleh Partai Demokrat. Karena itu, para parpol pendukung koalisi pemerintah mesti ikut menjaga, memperingatkan, dan mendukung orang-orangnya untuk hidup bersih dan berprestasi. Rakyat sekarang lebih cerdas, berani dan akan selalu ikut mengawasi jalannya pemerintahan. Bahkan juga mengawasi kinerja wakilnya yang duduk di Senayan. [FM]

 

KORAN SINDO, 31 Oktober 2014

Komaruddin Hidayat  ;  Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta







Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal...

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga?

Bolehkan seekor kambing sebagai hewan qurban dari satu keluarga? Sejumlah mubaligh dan guru ngaji yang mengatakan bahwa dengan seekor kambing itu mencukupi sebagai qurban dari satu keluarga. Dalam hal ini ditangkap pesan bahwa satu keluarga menjadi “shahibul qurban” dari seekor kambing. Menurut empat mazhab anggapan ini adalah anggapan yang tidak benar. Kalimat “seeorang menyembelih kambing qurban untuk dirinya dan keluarganya” itu dibenarkan oleh sebagian ulama, bukan semua ulama dengan dua pengertian: Pertama, gugur perintah berqurban dari anggota keluarga shahibul qurban. Jika suami menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk isteri dan anak-anak itu sudah gugur. Demikian pula jika isteri menjadi shahibul qurban maka perintah berqurban untuk suami dan anak-anak itu gugur. Inilah makna dari hukum qurban adalah sunnah kifayah. Kedua, keluarga shahibul qurban ikut mendapatkan cipratan pahala qurban. Ini terjadi jika shahibul qurban pasang niat untuk mengikutsertakan keluargan...

Wasiat Al-Habib Umar bin Hafidz

قال الحبيب عمر بن حفيظ : لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف  ترضي الله Al-Habib Umar bin Hafidz Berkata : "Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah. Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu. [FM]

Qiyas Hudud Seks Sejenis Dengan Zina

Forum Muslim - Dalam kasus zina, dibedakan hukuman hududnya antara pelaku zina muhshan dan pelaku zina ghairu muhshan.  1. Pelaku Zina Muhshan  Mereka yang sudah pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya, tentu bentuknya dalam perkawinan yang sah. Dengan kata lain sudah menikah. Kalau dia berzina, hukumannya adalah rajam, yaitu dilempari batu sampai mati. Asif berzina dengan seorang wanita dan Rasulullah SAW memerintahkan kepada Unais untuk menyidangkan perkaranya dan beliau bersabda : وَاغْدُ يَا أُنَيْس عَلىَ امْرَأَةِ هَذَا فَإِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا Wahai Unais, datangi wanita itu dan bila dia mengaku zina maka rajamlah. (HR. Bukhari) 2. Pelaku Zina Ghairu Muhshan  Mereka yang belum pernah melakukan jima' syar'i sebelumnya. Artinya belum pernah menikah. Maka kalau dia berzina, hukumannya adalah cambuk 100 kali, sebagaimana disebutkan dalam An-Nur ayat 2 :  الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُ...

Dalil Kewajiban Memilih Calon Pemimpin Yang Bertaqwa

Seorang kawan baik bertanya tentang hadis soal memilih pemimpin, tapi saya memberi jawaban berbeda.

Doa Meminta Jodoh Versi Abu Nawas

Pada suatu hari seseorang datang kepada Abu Nawas, dia bercerita bahwa Dia sedang mencari jodoh, dan dia menyukai sosok wanita yang diidamkannya namun dia merasa malu mengungkapkan perasaanya kepada si wanita tersebut karena takut jawabannya malah penolakan. Untuk memantapkan hatinya maka si pemuda itupun meminta amalan kepada Abu Nawas yang merupakan gurunya. Abu Nawas manggut - manggut lalu mengambil secarik kertas, lalu dituliskanlah do'a mengharap jodoh untuk si pemuda itu. Abu Nawas berkata pada pemuda itu "baca ini dan amalkan setiap malam, bacalah berulang-ulang kali dengan kesungguhan hati maka jodohmu akan datang untuk bersedia menikahimu". Si pemuda merasa senang ia pun membaca secarik kertas yang berisikan do'a harap jodoh , namun dia mengernyitkan dahi kok do'anya serasa ada yang janggal ? isi do'anya begini : "Ya Allah, Tuhan pemilik jodoh, aku meminta padamu agar aku berjodoh dengannya, jika dia sudah berjodoh dengan orang lain pu...

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug...

SISTEM AKUNTANSI BUMDES TERINTEGRASI (Auto-Jurnal & Manajemen Transaksi)

BUMDES Accounting System v4.0 – Integrated Auto-Journal & Transaction Module Sistem Akuntansi BUMDES - DOUBLE ENTRY SISTEM AKUNTANSI BUMDES - DOUBLE ENTRY (REVISI FINAL - FIXED) Dengan jurnal otomatis, navigasi keyboard, autocomplete, penjualan/pembelian terintegrasi, & pelunasan piutang/utang Informasi Modal & Prive Jurnal & Buku Besar Aset & Penyusutan Piutang & Utang Persediaan Penjualan & Pembelian Laporan Manajemen Informasi Umum Nama Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi Nama BUMDES Unit Usaha Pengelola Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Tahun Periode Laporan Bulanan Triwulan Semester Tahunan Tanggal Mulai Tanggal Selesai Modal dan Prive Moda...

Surat Al Ma'un